Bawaslu Bireuen Rencanakan Pendidikan Politik untuk Siswa MA, Kemenag Dukung Penuh
|
Bireuen – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bireuen berencana melaksanakan program pendidikan politik bagi siswa Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Bireuen. Rencana tersebut disampaikan oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Bireuen, Rahmad dan Baihaqi, dalam pertemuan dengan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, M.Pd, yang berlangsung di Kantor Kemenag Bireuen, Rabu (14/5/2025).
Rahmad menyatakan, pendidikan politik bagi siswa MA bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang sistem demokrasi sejak dini. Ia menjelaskan, dengan pemahaman yang baik, generasi muda dapat berperan aktif dalam proses politik dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
Baihaqi, anggota Bawaslu Bireuen, menekankan pentingnya literasi politik dalam menjalankan sistem demokrasi yang sehat. “Demokrasi yang berjalan baik tidak akan terwujud tanpa adanya pemahaman yang cukup tentang hak dan kewajiban dalam sistem politik. Pendidikan politik ini akan membantu siswa MA memahami pentingnya berpartisipasi dalam proses politik,” ujar Baihaqi.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli, M,Pd memberikan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. “Kami sangat menyambut baik program pendidikan politik ini. Program ini sejalan dengan visi kami untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memahami nilai-nilai demokrasi dan politik,” katanya.
Sebagai langkah awal, Bawaslu Kabupaten Bireuen dan Kemenag Bireuen sepakat untuk menyusun Memorandum of Understanding (MoU) yang akan menjadi dasar kerjasama dalam pelaksanaan program ini. MoU tersebut akan mengatur pelaksanaan pendidikan politik di setiap MA di Kabupaten Bireuen, mulai dari kurikulum hingga materi ajar yang akan diberikan.
Selain itu, pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran Kemenag Bireuen. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan program ini.
Zulkifli berharap, program pendidikan politik ini dapat memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di kalangan siswa MA. “Pendidikan politik ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang politik, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara yang baik,” ujarnya.
Program pendidikan politik ini rencananya akan dimulai pada tahun ajaran baru 2025/2026. Setiap Madrasah Aliyah di Kabupaten Bireuen akan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Bawaslu dan Kemenag berharap, melalui program ini, siswa MA akan lebih siap untuk berperan aktif dalam proses demokrasi dan menjaga kualitas pemilu di masa depan.[humas]