Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Edukasi Pengawasan Pemilu Terhadap 77 Siswa MAN 3 Bireuen

Bawaslu Edukasi Pengawasan Partisipatif di MAN 3 Bireuen

Bawaslu Edukasi Pengawasan Partisipatif di MAN 3 Bireuen

Bireuen - Anggota Bawaslu Kabupaten Bireuen, Baihaqi melaksanakan edukasi pengawasan partisipatif kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bireuen, di Matang Glumpang II, Rabu 6 Mei 2026.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd, diikuti oleh 77 siswa kelas X dan XI.

Kakan Kemenag menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal menghadapi masa depan. Ia mengingatkan bahwa siswa sebagai generasi muda harus memahami politik secara benar, bukan dari sisi negatif. Ia juga menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan proses pembentukan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana dikemukakan oleh Ramlan Surbakti.

Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan warga negara yang tidak hanya melek politik, tetapi juga memiliki integritas yang kuat. Zulkifli juga mengingatkan agar para siswa tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar di media sosial.

Adapun Baihaqi  menyampaikan materi  pengawasan partisipatif dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh para siswa. Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk pelajar.

Baihaqi menekankan bahwa pengawasan partisipatif adalah bentuk kepedulian warga negara terhadap jalannya demokrasi yang jujur dan adil. Ia juga memberikan contoh-contoh sederhana yang bisa dilakukan oleh siswa dalam mengawasi proses pemilu, seperti tidak menyebarkan hoaks, menolak politik uang, serta berani melaporkan pelanggaran yang ditemukan.

“Kalian adalah generasi yang akan menentukan masa depan demokrasi. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah bagian dari pengawas yang aktif dan bertanggung jawab,” kata Baihaqi.

Terlihat antusiasme dari siswa, keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab dan mengajukan pertanyaan kritis seputar pemilu, politik uang, serta peran generasi muda dalam menjaga integritas demokrasi.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat terus menjalin kerja sama dengan Bawaslu dalam memberikan edukasi politik kepada siswa. Menurut pihak sekolah, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang kritis, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran demokrasi yang tinggi.

Baihaqi menyampaikan bahwa kegiatan edukasi pengawasan partisipatif akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai sekolah dan komunitas di Kabupaten Bireuen. Ia berharap melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya pengawasan pemilu dapat semakin meningkat.

“Kami ingin memastikan bahwa demokrasi tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga berkualitas. Untuk itu, partisipasi semua pihak, termasuk pelajar, sangat dibutuhkan,” tutup Baihaqi.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para siswa MAN 3 Bireuen tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas di masa depan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menjaga nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat,  meningkatkan kesadaran dan peran aktif generasi muda, khususnya pemilih pemula, dalam menjaga kualitas demokrasi. [Humas]