P2P Jadi Kelanjutan SKPP untuk Perkuat Pengawasan Menuju Pemilu 2029
|
Bireuen - Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang kembali digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tahun ini merupakan kelanjutan dari Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang telah berjalan sejak 2018. Program bertema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” itu dilaksanakan sepenuhnya secara daring, dengan Panwaslih Provinsi Aceh sebagai pelaksana di tingkat daerah yang melibatkan seluruh Panwaslih kabupaten dan kota, termasuk Panwaslih Kabupaten Bireuen.
Pendaftaran peserta dibuka mulai hari ini hingga 22 Oktober 2025 secara serentak di seluruh Aceh. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan digital melalui Learning Management System (LMS) Bawaslu. Sistem ini memungkinkan peserta belajar secara fleksibel, berdiskusi dengan fasilitator secara daring, serta menyusun rencana tindak lanjut sesuai konteks pengawasan di daerah masing-masing.
Ketua Panwaslih Provinsi Aceh, Agus Syahputra, menyebut P2P sebagai langkah strategis memperkuat jaringan kader pengawas di akar rumput. “Kami ingin memastikan kader yang dilatih bukan hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menggerakkan komunitasnya untuk menjaga integritas Pemilu,” ujarnya dalam rapat koordinasi daring bersama Panwaslih kabupaten/kota.
Di Kabupaten Bireuen, pelaksanaan P2P daring diharapkan menjadi momentum konsolidasi kader pengawas partisipatif. Panwaslih Kabupaten Bireuen mendorong alumni SKPP dan pegiat komunitas lokal untuk berpartisipasi aktif. Melalui dukungan teknologi dan kolaborasi lintas daerah, Bawaslu berharap lahir kader yang tak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga menjadi penggerak demokrasi menuju Pemilu 2029 yang bermartabat. [Humas]