Panwaslih Bireuen, Lakukan Penguatan Gampong Demokrasi
|
Bireuen - Panwaslih Kabupaten Bireuen melakukan kegiatan Penguatan Gampong Demokrasi Pengawasan Partisipatif yang bertempat di Meunasah Gampong Seuneubok Rawa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen (25/01).
Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat basis gerakan pengawasan partisipatif pada Pemilihan Umum dan Pemilihan kepala daerah tersebut, diikuti oleh sejumlah masyarakat Gampong Seunebok Rawa dan menghadirkan narasumber dari Panwaslih Aceh, yaitu Marini serta Rahmad, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Almuslim.
Marini yang menyampaikan materi tentang membangun gerakan pengawasan partisipatif pada pemilu dan pemilihan menyampaikan bahwa dalam pemilu maupun pemilihan, para calon saling berkompetisi untuk mendapat suara rakyat sehingga berpotensi melakukan segala cara yang tidak sesuai dengan ketentuan salah satunya dengan Money Politics.
“Dalam memilih pemimpin, rakyat jangan mau dibeli dan jangan jual suara, karena pemimpin yang terpilih karena politik uang, berpotensi menjadi koruptor yang akhirnya menyebabkan kesengsaraan bagi rakyat selaku pemilih” tegas Marini.
Sementara Rahmad yang menyampaikan materi tentang pelibatan masyarakat dalam pembangunan demokrasi menyampaikan salah satu indikator negara yang menganut demokrasi yaitu pemimpin dipilih melalui Pemilu dan Pemilihan serta rakyat selaku pemilik kedaulatan terlibat langsung didalamnya prosesnya.
“Pemilu dan Pemilihan merupakan wadah bagi rakyat untuk menentukan pemimpin pada setiap periodenya, maka rakyat harus mengawasi setiap prosesnya” imbuhnya.
Seperti diketahui bahwa Gampong Seunebok Rawa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, merupakan salah satu pilot project Gampong Demokrasi Pengawasan Partisipatif yang diinisiasi oleh Panwaslih Aceh di lima kabupaten/kota di Aceh, yang di Launching pada tanggal 6 Oktober 2021 yang lalu. (Humas)
Tag
Berita
Siaran Pers