Lompat ke isi utama

Berita

Tiga CPNS Panwaslih Bireuen Ikuti Latsar Daring Selama Tiga Bulan

Rachmat, Rian dan Taufiq

Rachmat, Rian dan Taufiq

BIREUEN – Tiga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Bireuen mulai mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) secara daring yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN). Kegiatan yang menjadi syarat wajib untuk pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 6 Oktober 2025.

Ketiga peserta Latsar tersebut adalah Rian Erizal, Taufiq Hermawan, dan Rachmat. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari kantor Panwaslih Kabupaten Bireuen dengan dukungan fasilitas teknologi informasi yang telah disiapkan oleh lembaga.

Latsar ASN merupakan program pembentukan karakter dan kompetensi dasar bagi aparatur sipil negara agar profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Meskipun dilaksanakan secara daring, materi pelatihan tetap mencakup aspek fundamental, seperti wawasan kebangsaan, analisis isu kontemporer, serta penguatan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).

Kepala Sekretariat Panwaslih Kabupaten Bireuen, Norman menyampaikan dukungan penuh terhadap partisipasi ketiga stafnya dalam kegiatan tersebut. “Kami mendukung penuh keikutsertaan CPNS kami dalam Latsar ini. Ini merupakan gerbang utama bagi mereka untuk menjadi abdi negara yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan secara daring menjadi tantangan tersendiri, namun juga mencerminkan kemampuan birokrasi beradaptasi dengan kemajuan teknologi. “Metode daring menuntut kemandirian dan disiplin yang lebih tinggi dari para peserta. Kami yakin mereka dapat mengikuti seluruh proses dengan baik dan menyerap ilmu yang diberikan secara maksimal,” tambahnya.

Selama tiga bulan ke depan, para peserta akan menjalani beberapa tahapan pelatihan, mulai dari pembelajaran mandiri melalui Massive Open Online Course (MOOC), pembelajaran jarak jauh (distance learning) dengan bimbingan tutor, hingga tahap aktualisasi di unit kerja masing-masing.

Salah seorang peserta, Rachmat, menyatakan komitmennya untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh. “Meskipun tidak bertatap muka langsung, substansi pelatihan ini sangat penting bagi kami. Kami berkomitmen untuk disiplin dan proaktif agar dapat lulus dengan hasil memuaskan serta siap berkontribusi penuh sebagai PNS di Panwaslih Kabupaten Bireuen,” ungkapnya.

Dengan selesainya program ini, ketiga CPNS tersebut diharapkan dapat segera diangkat menjadi PNS penuh. Kehadiran mereka sebagai sumber daya manusia yang terlatih dan berkarakter diharapkan semakin memperkuat jajaran Panwaslih Kabupaten Bireuen dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu secara profesional dan berintegritas.(humas)