Panwaslih Temu Ramah Dengan Peserta SKPP Daring di Kabupaten Bireuen
|
Bireuen,Panwaslih Bireuen-Dalam rangka menjalin silaturahmi serta peningkatan kapasitas peserta kegiatan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP), Panwaslih Kabupaten Bireuen melalukan temu ramah dengan perwakilan peserta SKPP yang berasal dari 17 kecamatan dikabupaten Bireuen di Sekretariat Panwaslih Bireuen, Kamis (4/6/2020), sekira pukul 11.00 sampai dengan 14.00 wib. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokol pencegahan covid-19, mulai dari cek suhu tubuh setiap peserta, penggunaan masker hingga pengaturan jarak tempat duduk antar peserta diatur sedemikian rupa guna mencegah hal - hal yang tidak diinginkan walaupun Kabupaten Bireuen telah ditetapkan sebagai zona hijau. Ketua Panwaslih Kabupaten Bireuen, Wildan Zacky, dalam sambutannya mengatakan bahwa SKPP daring merupakan suatu wadah yang disiapkan oleh Bawaslu untuk mempersiapkan kader – kader pengawasan partisipatif handal, sehingga nantinya dapat berkontribusi secara maksimal dalam proses pengawasan Pemilu maupun Pilkada. Diakuinya, kegiatan pembelajaran SKPP layaknya adalah tatap muka yang memungkinkan pemateri dan peserta dapat berinteraksi secara langsung. Sehingga bila ada yang kurang jelas dapat ditanyakan seketika tanpa harus terkendala atau menunggu waktu. “Kondisi ini terjadi bukan karena keinginan kita, namun Pandemi yang melanda negeri ini mengharuskan seluruh kegiatan berlangsung secara daring. Hal ini untuk kebaikan dan keselamatan kita bersama juga tentunya,” ungkap Wildan. Diakuinya, beberapa peserta SKPP mengalami kendala dalam kualitas koneksi, namun tidak menyurutkan langkah untuk terus mengikuti materi hingga mendapatkan point penilaian mencapai 245 yang menjadi standar kelulusan. “Sebagaimana diketahui bahwa 31 Mei 2020 kemarin merupakan batas akhir peserta masuk kelas. Hal itu dibuktikan dengan login ke dalam sistem pembelajaran. Dilanjutkan dengan diskusi daring pada 2 Juni sampai 15 Juni 2020,” tambah Wildan yang juga mengampu Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal Panwaslih Kabupaten Bireuen. Sementara itu, Anggota Panwaslih Kabupaten Bireuen lainnya, Abdullah Yunus, berpesan agar peserta yang telah mencapai nilai minimal untuk terus memaksimalkan pembelajaran audio visual agar nilai yang dicapai lebih maksimal dan semua peserta juga diharapkan dapat mengikuti diskusi daring melalui zoom yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juni nanti. Demikian halnya dijelaskan Desi Safnita, anggota sekaligus kordiv Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa. Ia berharap ada target yang harus dicapai oleh peserta baik dalam hal penilaian pembelajaran, maupun ilmu yang diperoleh untuk diaplikasikan nantinya setelah dinyatakan lulus. “Akan banyak peluang menjadi penyelenggara pemilu ke depan. Tanpa kemampuan atau pendidikan yang cukup tentang kepemiluan, akan sulit bagi siapa saja untuk terjun ke dalamnya. Intinya, serius dan konsisten dalam belajar,” tandasnya. {Humas}